Search Blog

Translate

SPONSOR

Showing posts with label Kesehatan (Health). Show all posts
Showing posts with label Kesehatan (Health). Show all posts

Sunday, November 27, 2016

ADA APA PADA SECANGKIR TEH MANIS ???

By : Andi Agus Mumang, S.KM
Waktu pagi diakhir pekan adalah waktu dimana kebanyakan orang menggunakannya sebagai waktu untuk bersantai. Hal yang paling sering dilakukan saat bersantai dipagi hari adalah dengan menikmati secangkir teh hangat. Teh merupakan salah satu minuman favorit yang banyak orang menyukainya. Pernahkah anda mengetahui apa saja yang dikandung pada secangkir teh?

Berikut penjelasan kandungan zat gizi teh :

Nama         : Teh
Ukuran      : 250 ml (ukuran 1 gelas)
Ketegori    : Teh Manis
Pengukur  : NutrySurvei (Food Analysis)
Umur         : 25-50 tahun

Hasil         :

energy                                 32.3 kcal
water                                             -  g
protein (0%)                           0.0  g
fat (0%)                                   0.0  g
carbohydr. (100%)         8.0  g
dietary fiber                            0.0  g
alcohol (0%)                               -  g
PUFA                                       0.0  g
cholesterol                           0.0 mg
Vit. A                                     0.0 µg
carotene                                   - mg
Vit. E (eq.)                          0.0 mg
Vit. B1                                  0.0 mg
Vit. B2                                 0.0 mg
Vit. B6                                 0.0 mg
tot. fol.acid                         0.0 µg
Vit. C                                   0.0 mg
sodium                            7.5 mg
potassium                    50.0 mg
calcium                            5.0 mg
magnesium                    5.0 mg
phosphorus                   2.5 mg
iron                                      0.0 mg
zinc                                      0.0 mg


Penjelasan    :

Kandungan pada secangkir teh manis mengandung energi 32,3 kcal, karbohidrat 8,0 g, sodium 7,5 mg, potasium 50.0 mg, kalsium 5,0 mg, magnesium 5,0 mg, dan fosfor 2,5 mg.

Jika dianggap kebutuhan energi seseorang per hari adalah sebesar 2000 kkal (ket: kebutuhan ini kondisional pada seseorang, bisa lebih atau kurang), maka dengan konsumsi teh 250 ml telah memberikan asupan energi sebesar 32,3 kkal (1,6 % dari kebutuhan 2000 kkal).

Total karbohidrat (100%) dalam secangkir teh manis adalah sebesar 8,0 g. Karbohidrat berperan sebagai sumber energi primer yang dibutuhkan tubuh. 1 gram karbohidrat setara dengan 4 kalori (jadi 8,0 gr dikalikan 4 kalori = 32 kalori = 0,032 kkal. Normalnya, kebutuhan karbohidrat berada pada persentase 45%- 60% dari seluruh kebutuhan kalori ( 0,032 kkal untuk kebutuhan energi 2000 kkal, persentase pemenuhan karbohidrat ketika dengan meminum secangkir teh manis adalah (0,0016%).

Kebutuhan akan makro mineral seperti sodium (natrium), pottasium (kalium), kalsium, magnesium dan fosfor sebesar lebih dari 100 mg/hari. pada secangkir teh manis kandungan makro mineral tertinggi adalah kalium sebesar 50% dari kebutuhan harian kalium. Kalium memegang peranan penting dalam pemeliharaan keseimbangan cairan dan eletrolit serta keseimbangan asam-basa di dalam tubuh. Kalium juga berperan dalam transmisi saraf dan relaksasi otot serta sebagai katalisator dalam banyak reaksi biologik, terutama dalam metabolisme energi, sintesis glikogen, dan protein. Karena kandungan kalium ini cukup tinggi pada secangkir teh manis, sangat baik bagi seseorang untuk terhindar dari stress.

Thursday, November 24, 2016

TIPS AGAR HIDUP TETAP SEHAT

By : Andi Agus Mumang, S. KM

Ada banyak cara yang dapat anda lakukan untuk menjaga agar hidup anda tetap sehat. Berikut saya akan membagi tips sederhananya kepada anda.
Sehat tidak harus selalu mahal dan berkelas. Sehat itu sederhana. Ketika manusia memperbaiki dirinya dengan baik dan teratur dan senantiasa memperhatikan perilakunya maka menjadi sehat akan sangat mudah. Perilaku adalah bagian dari kesehatan yang memiliki peran yang sangat penting. Orang yang sehat adalah orang yang memperhatikan perilakunya. Terutama perilaku sehat.

Tips Hidup sehat dengan perilaku bisa dilakukan dengan cara berikut :

  1. Makanlah makanan yang sehat dan bergizi. Sederhananya, makanan yang memiliki kandungan energi dan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Konsumsi makro nutrient seperti karbohidrat, protein dan lemak harus seimbang dan terkontrol. Usahakan sesuai dengan kebutuhan energy harian anda. Terkait berapa kebuhan energy harian anda, hal ini perlu untuk terlebih dahulu dikonsultasikan dengan konsultan gizi/ tenaga kesehatan yang mumpuni terkait hal tersebut.
  2. Minum air rutin setiap hari kurang lebih 2 liter (setara 8 gelas) merupakan salah satu perilaku hidup sehat. Air sangat banyak berperan dalam membantu proses metobolisme tubuh. Selain itu, tubuh akan sangat bergantung pada air. Maka, jangan sampai anda mengalami dehidrasi. Prodiktivitas dan ketahanan tubuh akan berkurang saat orang mengalami dehidrasi. Detoksifikasi racun dalam tubuh juga sangat membutuhkan peran air.
  3. Latihan yang rutin (Olahraga). Olahraga yang baik dan menyehatkan haruslah memenuhi format  “FIT” (frekuensi, Intensitas, Tempo). Frekuensi yang baik seseorang untuk berolahraga adalah 3 kali dalam sepekan (menurut banyak penelitian), intesitas olahraga atau dikenal dengan berat beban latihan haruslah berkisar 70-85% dari denyut jantung maksimal. Tempo olahraga yang baik berkisar 20-30 menit.
  4. Mengurangi perilaku yang memicu stress. Stress ditengah modernitas dunia adalah sebuah kewajaran terutama jika hal ini dikaitkan dengan kerasnya tuntutan dan beratnya beban kehidupan. Namun, tidak menjadi alasan pembenaran bahwa perilaku stress menjadi hal yang disepelekan. Manajemen stress merupakan salah satu cara menangani perilaku stress. Suasana kondusif dengan lingkungan yang sehat, suasana hati yang senantiasa dipenuhi kebahagiaan (psikologi jiwa) akan sangat menunjang kita untuk bisa mengendalikan stess. Bagi muslim, saat anda stress ibadah (sholat, tadarrus al-qur’an, dzikir) adalah solusi yang tidak kalah ampuhnya untuk mengurangi stress. 

Wednesday, November 23, 2016

OBESITAS PADA ANAK, ANCAMAN MASA DEPAN !

By: Andi Agus Mumang, S.KM
Obesitas dikenal juga dengan istilah Gizi lebih yakni suatu kondisi dimana berat badan seseorang tidak proporsional berdasarkan tinggi badannya (BB/TB). Dikatakan tidak proporsional dalam hal ini adalah jika berat badan terukur lebih dari berat badan yang seharusnya menurut tingginya. Kelebihan berat badan inilah yang diistilahkan sebagai kegemukan (obesitas). Obesitas dalam dunia kesehatan terbilang masih menjadi permasalahan yang cukup serius bahkan sangat menjadi perhatian terutama di Indonesia. Kejadian komplikasi penyakit akibat obesitas tidak jarang terlaporkan. Diantaranya adalah penyakit Jantung. Penyakit degeneratif ini sangatlah sensitif menyerang para penderita obesitas. Bahkan bukan hanya penyakit jantung. Beberapa penyakit degenaratif lainnya pun bermunculan dipicu oleh adanya obesitas. Di Indonesia, obesitas juga telah melanda anak diusia dini.
      Prevalensi obesitas anak di Indonesia terutama pada balita adalah 12,2% (Riskesdas, 2007). Angka ini terbilang sangat subtansial. Jika diasumsikan bahwa proporsi anak balita adalah 10% dari total populasi yang ditaksir sebanyak 230 juta jiwa, maka diperoleh angka sebesar 3 juta anak Indonesia yang menderita obesitas. Jika dilihat dari kacamata epidemiologi, determinan kejadian obesitas ini adalah kondisi sosial ekonomi dan kawasan/lingkungan tempat tinggal. Kondisi sosial ekonomi menengah keatas dan daerah tempat tinggal yang berada dikawasan perkotaan (urban) kerap menjadi faktor yang memicu munculkan kasus obesitas.  Selain itu, terdapat penyebab lain penyebab kasus obesitas pada anak. Obesitas juga akan menimpa seorang anak ketika dalam usia kandungan. Tak jarang didapatkan ibu hamil melahirkan anak dengan berat lebih dari 4 kg. Hal ini disebabkan karena pola konsumsi ibu sewaktu hamil yang berlebihan kemudian berefek pada kenaikan berat badannya dan juga bayi dalam kandungannya. Selain itu, kondisi ini juga diperparah ketika anak dalam masa pengasuhan. Persepsi ibu yang salah mengenai asupan gizi pada anaknya menyebabkan terjadinya kegemukan. Persepsi umumnya para ibu adalah menginginkan anaknya kelihatan berisi dan montok. Sehingga hal ini mendorong ibu menghentikan pemberian asi kepada anak dan beralih pada pemberian susu formula karena dipercaya lebih ampuh memberikan dampak yang instan. Bahkan kurangnya pengetahuan tentang gizi anak, menjadikan sebagian besar ibu tidak mampu menilai kondisi proporsional tubuh anaknya. Sehingga berat badan yang normal acapkali dianggap kurang. Alhasil, para ibu sering tidak sadar bahwa kondisi anaknya telah masuk dalam kategori obes.
       Kondisi obesitas yang dialami pada usia anak kerap menjadi perhatian serius dikarenakan adanya kemungkinan untuk mengalami kegemukan saat diusia dewasa. Prof. Veny Hadju (Guru Besar Ilmu Gizi FKM Unhas) mengatakan dalam sebuah tulisannya bahwa lebih dari sepertiga anak balita akan mengalami kegemukan diusia dewasanya. Tentunya, hal ini harus segera ditangani karena akan menjadi ancaman yang sangat serius untuk masa depan Indonesia. Hal yang tentunya akan disesali oleh bangsa ini kedepan adalah jikalau generasi-generasi pelanjut bangsa telah mengalami berbagai macam penyakit degeneratif diusia mudanya disebabkan oleh obesitas. Sehingga hal ini akan mengancam produktivitas hidup generasi mendatang dan menurunkan angka harapan hidup. Dampak secara simultan pun akan dirasakan terutama terhadap pertumbuhan ekonomi dan pembangunan bangsa dan negara dimasa mendatang. Disinilah peran para pakar kesehatan terutama pakar gizi untuk senantiasa memberikan kontribusi yang nyata berupa pelayanan gizi kepada masyarakat terutama para ibu. Tindakan preventif dini menjadi solusi terbaik untuk mengurangi prevalensi kasus obesitas. Tindakan tersebut dapat berupa edukasi gizi dan pelayanan gizi yang terpadu bagi para ibu dan anak. Peran sentral keluarga terutama ibu adalah kunci utama dalam mewujudkan keluarga sejahtera tanpa obesitas.

Tuesday, November 22, 2016

FAKTA ABOUT ROKOK

FAKTA about  ROKOK !!!
Merokok merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sampai saat ini masih sulit untuk diselesaikan. Bahkan masalah ini sudah mencapai kedudukan sebagai masalah global dengan tingkat pandemisitas yang tinggi. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari satu milyar orang di dunia mengkonsumsi rokok dan menyebabkan kematian lebih dari 5 juta orang setiap tahunnya. WHO pada tahun 2005 menempatkan Indonesia pada peringkat kelima konsumen rokok terbesar setelah China, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang. Kemudian, pada tahun 2008 pada peringkat ketiga konsumen rokok terbesar setelah China dan India. Artinya, terjadi peningkatan jumlah konsumen rokok di Indonesia dari tahun 2005 hingga tahun 2008. WHO juga memprediksikan bahwa pada tahun 2030, jumlah kematian di dunia akibat konsumsi rokok akan mencapai 10 juta orang setiap tahunnya.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) tahun 1995, 2004, 2010 dalam GATS (Global Adult Tobacco Survey) rata-rata jumlah perokok diatas 15 tahun terus meningkat. Tahun 1995 sebesar 53,9%, tahun 2004 sebesar 63,0% dan tahun 2010 sebesar 65,9%4. Hal ini sejalan dengan hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT), dimana prevalensi perokok di atas 15 tahun meningkat dari 58,3% menjadi 63,2% pada tahun 2001 hingga tahun 2004.
Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 melaporkan bahwa sekitar kurang lebih 34,5% penduduk Indonesia merupakan perokok aktif. Tidak jauh berbeda dengan laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2010 bahwa prevalensi perokok secara nasional adalah sebesar 34,7%.6 Provinsi Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2010 diperoleh data bahwa prevalensi penduduk umur > 15 tahun berdasarkan jumlah batang rokok yang dihisap perhari adalah sebesar 47,3% mengkonsumsi rokok 1 – 10 batang/hari, 46% (11 – 20 batang/hari), 2% (21 – 30 batang/hari) dan 4,6% (>30 batang/hari). Hal ini menunjukkan bahwa penduduk pada usia tersebut terdistribusi mulai dari kategori perokok ringan hingga perokok berat.


Sumber : Jurnal Penelitian Andi Agus Mumang, 2015

Popular Posts